Loading images...

Mendukung Peran Perempuan Pejuang Pangan melalui Lensa Anak Muda  

Peluncuran Pemilihan Perempuan Pejuang Pangan 2016

Data hasil sensus pertanian 2013 menunjukkan  23 persen dari 31,7 juta petani  atau 7,3 juta adalah perempuan petani. Sebagian besar yaitu sekitar 58 persen adalah perempuan tani yang bekerja menghasilkan padi dan palawija. Besarnya angka itu menjadikan perempuan memegang peran penting dalam sektor pertanian di Indonesia, kata Dini Widiastuti, Direktur Program Keadilan Ekonomi Oxfam di Indonesia dalam acara peluncuran pemilihan Perempuan Pejuang Pangan 2016 pada Kamis (18/8/2016) di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta.

ffh-live-1882016

 “Angka 7,3 juta bukan angka yang sedikit. Perempuan petani dan nelayan adalah tulang punggung pangan nasional. Mereka terlibat dari pembenihan, pemeliharaan hingga pemasaran sehingga menjadi penting bagi kita semua untuk memberikan pengakuan dan penghargaan atas peran perempuan di sektor pertanian. Perempuan petani dan nelayan ini adalah tulang pungung pangan Indonesia.  Kedaulatan pangan Indonesia bergantung dari jerih payah tangan perempuan,“ kata Dini Widiastuti.

“Penghargaan dan pengakuan terhadap perempuan petani dan nelayan adalah penting agar mereka dapat mengakses sumber daya seperti lahan, air, bibit, pupuk dan bantuan kredit dan bantuan untuk beradaptasi atas efek perubahan iklim seperti terlambat musim tanam berakibat panen yang lambat pula,” kata Dini Widiastuti.

Peluncuran pemilihan Perempuan Pejuang Pangan 2016 atau Female Food Hero 2016 ini Oxfam di Indonesia dan Rimbawan Muda Indonesia (RMI) mengajak peran serta anak muda untuk mengenali sosok-sosok perempuan dalam rantai pangan di balik hidangan meja makan kita dengan mengundang anak-anak muda membuat karya video pendek tentang sosok Perempuan Pejuang Pangan di dekat mereka.

“Generasi muda saat ini boleh jadi ada yang tak mengetahui proses produksi pangan. Beberapa studi menunjukkan bahwa keterasingan anak muda terhadap isu lingkungan sekitar termasuk pangan merupakan gerbang kerusakan ekologi lebih lanjut seperti hilangnya sumber pangan kita,” kata Mardha Tillah, Manajer Kampanye dan Advokasi untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam berbasis Masyarakat dari Rimbawan Muda Indonesia.

Kampanye ini mengundang Prisia Nasution selaku perempuan seniman sebagai juri kompetisi video. Menurut artis yang biasa dipanggil Pia ini anggapan petani dan nelayan adalah laki-laki merupakan suatu kekeliruan. Pandangan ini dijumpainya ketika sering bertemu dengan ibu-ibu petani yang bekerja di sawah atau perempuan-perempuan yang bahu-membahu dengan nelayan yang baru tiba di bibir pantai.

“Saya sangat tertarik terlibat dan mendukung program pemilihan Perempuan Pejuang Pangan ini karena saya melihat bahwa pertanian skala kecil yang digeluti perempuan adalah sejatinya Indonesia. Perempuan tani ada dimana-mana kalau kita berkunjung di pedesaan. Saya merasa para perempuan petani perlu diperkuat. Perempuan petani inilah yang telah berjasa menghasilkan pangan untuk kita,” kata Pia.

“Sebagai juri dalam kampanye ini saya akan melihat karya video anak-anak muda yang mengangkat cerita para perempuan produsen pangan kecil ini sebagai ajakan bagi anak muda yang lain untuk peduli atas peran perempuan dalam rantai pangan agar  keberlanjutan pangan Indonesia yang lestari,” kata Pia.

Berpartisipasi dalam kompetisi video ini mudah saja. Siapapun perempuan dan laki-laki berusia maksimal 30 tahun dan memasukkan video sosok perempuan pejuang pangan maksimal tiga menit otomatis menjadi peserta kompetisi ini. Informasi lebih lanjut bisa disimak di perempuanpejuangpangan.org

 

Nara Sumber:

Madha Tillah

Manajer Kampanye dan Advokasi untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam berbasis Masyarakat – Rimbawan Muda Indonesia. Mobile 0813-1636-7600 dan email tilla@rmibogor.id

Dini Widiastuti, 

Direktur Program Keadilan Ekonomi Oxfam di Indonesia

0811-9593443 dan email dwidiastuti@oxfam.org.uk

Andi Cipta Asmawaty
Staff Kampanye dan advocacy – Program Keadilan Ekonomi Oxfam di Indonesia

Mobile 0813.813.83.703 dan email email: acasmawaty@oxfam.org.uk

 

 

Sorry, comments for this entry are closed at this time.